UNAIR Siapkan Prodi Menuju Akreditasi Internasional

Rektor bersama Deputy Manager AUN

Selain di tingkat regional (AUN-QA), UNAIR memiliki rencana untuk meningkatkan mutu pendidikan berdasarkan lembaga akreditasi internasional. Bila penilaian oleh para asesor AUN-QA bisa menjangkau seluruh prodi, maka akreditasi di tingkat internasional dilakukan oleh lembaga-lembaga tertentu yang memiliki ruang lingkup yang sama dengan prodi terkait.

“Seperti ASIIN (Accreditation Agency for Degree Programs in Engineering, Informatics/Computer Science, the Natural Sciences and Mathematics). ASIIN itu untuk worldwide, walaupun dia berposisi di Jerman, dia lebih pada teknik, tapi juga bisa natural sciences, seperti matematika. Ada juga yang AACSB (The Association to Advance Collegiate Schools of Business) accreditation yang lebih kepada bisnis. Jadi, tergantung program studi karena tidak semuanya bisa diakreditasi oleh satu badan,” terang Ketua Badan Penjaminan Mutu Universitas Airlangga Prof. Bambang Sektiari Lukiswanto, drh., DEA.

Nantinya, BPM bekerjasama dengan prodi-prodi untuk mencari badan akreditasi yang tepat dan sesuai untuk melakukan penilaian.

Terkait dengan visitasi, Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan itu belum bisa memberikan kepastian waktu. Menurutnya, setiap badan akreditasi memiliki proses yang bervariasi antara satu sama lain.

“Jadi, ada yang kita harus menjadi member dulu, mengikuti workshop mereka. Setelah mengikuti workshop ada pendampingan, menyusun self-assessment report, setelah itu Self Assessment Report (SAR) kita komunikasikan. Setelah komunikasi, apakah mereka memandang layak untuk diteruskan ke komite, kita ikuti proses itu. Tapi intinya, yang kita tekankan pada tahun 2017 ada prodi yang bisa divisit oleh badan akreditasi internasional,” tegas Ketua BPM.

Selain itu, soal prodi mana saja yang akan dinilai oleh badan akreditasi internasional juga masih dalam pertimbangan. Namun, ia mendorong prodi-prodi yang sudah terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi dan tersertifikasi internasional oleh AUN-QA untuk segera mencari badan akreditasi internasional yang sesuai dan bisa menilai prodi yang bersangkutan.

Terkait dengan standar penilaian, Ketua BPM mengatakan, standar yang ditetapkan antara AUN-QA dengan badan akreditasi internasional tak jauh berbeda. Pada prinsipnya, mereka akan menilai tujuan dan proses pembelajaran seperti hasil pembelajaran yang diharapkan (expected learning outcomes).

“Sebetulnya yang penting adalah kita melaksanakan sebaik mungkin proses pendidikan kita. Kemudian kita mencari badan akreditasi internasional yang bisa meng-assess prodi tersebut. Kalau sudah seperti itu, kita menyesuaikan standar yang mereka tetapkan. Kita sesuaikan apakah kita bisa memenuhi standar mereka atau tidak,” tuturnya.

Selain pelaksanaan proses pendidikan yang optimal, akreditasi internasional juga merupakan salah satu target UNAIR untuk meningkatkan kualitas sesuai standar prodi-prodi di perguruan tinggi terkemuka di dunia. (*)

Penulis : Defrina Sukma S
Editor    : Binti Q. Masruroh

Asesor AUN Apresiasi Kinerja Tiga Prodi UNAIR

dsc_0315
Asesor AUN berfoto bersama rektor, PIC AUN FKM (23/12) di R. Kahuripan 301

Setelah selama dua hari melakukan penilaian di tiga program studi di Universitas Airlangga, tim asesor ASEAN University Networking-Quality Assessment (AUN-QA), mempresentasikan hasil temuannya. Presentasi dilakukan di Aula Kahuripan 301, Kantor Manajemen, Kamis (22/12).

Presentasi hasil penilaian dihadiri oleh jajaran pimpinan dan pengajar di lingkungan Universitas, fakultas, dan departemen yang bersangkutan. Sebelumnya, pada tanggal 19 dan 20 Desember, enam asesor melakukan visitasi di Departemen Sastra Inggris-Fakultas Ilmu Budaya, S-1 Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat, dan S-1 Manajemen  Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Para asesor secara bergantian mempresentasikan mengenai sebelas poin tentang hasil peninjauannya di setiap prodi dan departemen. Poin-poin itu adalah hasil pembelajaran yang diharapkan (expected learning outcomes), spesifikasi program (programme specification), struktur dan isi program (programme structure and content), pendekatan pendidikan (teaching and learning approach), penilaian mahasiswa (student assessment), kualitas staf akademik (academic staff quality), kualitas staf kependidikan (supporting staff quality), pendukung kualitas mahasiswa (student quality and support), fasilitas dan infrastruktur (facility and infrastructure), peningkatan kualitas (quality enhancement) dan luaran (Output).

Assoc. Prof. Dr Kunyada Anuwong, asesor S-1 prodi Manajemen menjelaskan, sertifikat AUN-QA baru bisa diperoleh apabila hasil penilaian memperoleh skor minimal 4 dari skala 7. Skor 4 menunjukkan bahwa prodi atau departemen bersangkutan memperoleh hasil cukup dalam menjalankan proses akademik.

Setiap prodi mendapatkan saran demi peningkatan kualitas di sebelas bidang itu. Dr. Patricia Empeleo yang juga asesor S-1 prodi Manajemen mengatakan, bahwa prodi yang bersangkutan memiliki fasilitas akademik dan penunjang yang cukup baik, ditambah dengan aplikasi UNAIR Cybercampus yang terintegrasi dengan sistem pembelajaran elektronik (e-learning). Di sisi lain, ada kualitas yang mesti ditingkatkan.

“Diperlukan adanya rencana jangka menengah tentang pembangunan yang komprehensif. Selain itu, perpustakaan sebaiknya dibuka pada Sabtu dan Minggu selama pekan ujian semester berlangsung,” tutur Patricia, pengajar asal Universitas Santo Thomas.

Sementara itu, prodi S-1 Ilmu Kesehatan Masyarakat mendapatkan masukan dari asesor Prof. Dr. Alvin B. Culaba dan Assoc. Prof. Dinh Thanh Viet. Mereka menyarankan agar kegiatan perkuliahan mengacu pada hasil pembelajaran yang diharapkan. Selain itu, dalam setiap silabus mata kuliah, hendaknya dicantumkan buku-buku kuliah yang wajib dibaca.

Sedangkan, pada Departemen Sastra Inggris, para asesor yang menilai adalah Prof. Dato’ Ir. Dr. Riza Atiq dan Dr. Veerades Panvisavas. Prof. Riza merasa terkesima dengan banyaknya lulusan Sastra Inggris yang kini cukup menyebar di berbagai bidang pekerjaan. Mereka banyak menjadi manajer, bankir, dan wirausahawan.

Sebagai asesor penutup, ia memberikan apresiasi kepada para akademisi UNAIR yang hadir dalam sesi presentasi AUN-QA. Ia mengatakan, bila seluruh prodi di UNAIR memiliki kualitas sebaik tiga prodi yang tengah divisitasi asesor, maka target UNAIR bukan lagi menembus peringkat 500 besar perguruan tinggi top dunia.

Wakil Rektor I Prof. Djoko Santoso, Ph.D., dr., Sp.PD-KGH, ditemui usai acara mengatakan, asesor nampak begitu memperhatikan setiap detail proses akademik yang berjalan di UNAIR. Meskipun ada banyak perbaikan yang diterima, Prof. Djoko menganggap, perbaikan itu disampaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.

“Mereka tampak concern sekali dengan kualitas akademik yang dicetak oleh UNAIR, mulai dari seleksi mahasiswa, mencetak mahasiswa, saat lulusan itu diwawancara. Dan, posisi job-nya yang ada di masing-masing sangat begitu baik, meskipun ada perbaikan yang disarankan. Tapi perbaikan itu disampaikan dalam rangka pelayanan kualitas pendidikan,” tutur Wakil Rektor I.

Ketua Badan Penjaminan Mutu UNAIR Prof. Dr. Bambang Sektiari Lukiswanto, DEA., drh., mengatakan, pihaknya akan mengawal perbaikan mutu prodi seperti yang disampaikan para asesor. “Setiap program studi kan sudah mendapat banyak masukan itu, mereka mestinya harus membuat planning (perencanaan) untuk menindaklanjuti itu. Kami di BPM akan mengawal,” ujar Ketua BPM.

Sebelumnya, ada enam prodi di UNAIR yang sudah pernah divisitasi oleh asesor AUN tersebut yakni S-1 Pendidikan Dokter, S-1 Ilmu Hukum, S-1 Pendidikan Dokter Hewan, S-1 Pendidikan Apoteker, S-1 Biologi, dan S-1 Kimia. (*)

Penulis: Defrina Sukma S
Editor : Faridah Hari

Diskusi Bersama SPM

SPM di FSTJumat (28/10) BPM mengadakan pertemuan dengan tim Satuan Penjaminan Mutu (SPM) seluruh fakultas. Ada yang berbeda dengan pertemuan kali ini, pertemuan yang biasannya diselenggarakan di lingkungan kantor manajemen Unair kami “pindahkan” ke Fakultas Sains dan Teknologi (FST). Sebenarnya hal ini bukan satu kesengajaan, melainkan memang tidak ada ruang sidang yang kosong di kantor manajemen pada hari itu. Pengalaman ini membuat kesan tersendiri bagi Tim BPM, selain karena ruang sidang di FST yang bagus dan wangi, juga mengingatkan kembali bahwa BPM (masih bernama PPM) dahulu pernah melakukan RoadShow ke SPM seluruh fakultas bergiliran setiap bulan, semoga pertemuan kemarin dapat menjadi awal yang baik.

Agenda pertemuan kali ini adalah membahas hasi audit internal AIMS yang baru saja berakhir. Pertemuan yang dibuka oleh Sekretaris BPM Bapak Helmy Yusuf, Ph.D. ini banyak sekali mendapatkan masukan, keluhan selain tentu saja kritikan dari beberapa SPM fakultas. Sangat menarik mengingat jadwal BPM yang cukup padat, pertemuan langsung dengan tim SPM ini  dapat menggali banyak informasi dari lapangan yang seringkali tidak sampai kepada pimpinan jika dilaporkan melalui mekanisme yang ada.

Dapat disimpulkan bahwa secara umum audit silang untuk Prodi antar fakultas sudah berjalan dengan baik. Tetapi ada juga yang berpendapat audit silang untuk Prodi sangat menyulitkan untuk koordinasi antara fakultas. Apapun itu, BPM akan selalu memperbaiki pelaksanaan audit di tahun-tahun mendatang. Sampai jumpa di pertemuan SPM mendatang, apakah SPM fakultas anda akan menjadi tuan rumahnya? kita lihat nanti.

#SW

Audit Internal AIMS (bagian 2)

iklan-final21 Oktober 2016 adalah hari terakhir audit kepatuhan, seluruh proses audit internal AIMS periode 2016 telah resmi selesai. Meskipun masih banyak kekurangan dalam pelaksanaannya, namun audit kali ini terasa berbeda dan penuh makna. BPM sebagai koordinator audit internal menyampaikan terimakasih kepada seluruh komponan audit internal, mulai dari para auditor, auditee, SPM, GPM yang berperan aktif dalam kegiatan ini.

Saat ini BPM sedang mempersiapkan laporan audit yang akan disampaikan pada Rapat Tinjauan Manajemen yang rencananya akan dilaksanakan tanggal 31 Oktober mendatang. Semoga hasil audit internal kali ini dapat memberikan semangat baru dalam memperbaiki diri meleyani anak negeri.

#VIVAUA!

Audit Sp Bedah Saraf 2016-10-19 at 12.36.46 sp1 forensik 2016-10-19 at 14.57.39 Sp1 orthopedi 2016-10-19 at 15.03.18 Audit di FEB 2016-10-19 at 12.58.15 Sp1 ortodonti FKG 2016-10-19 at 12.58.18 Prodi s1 ilmu gizi 2016-10-19 at 13.00.27 Audit kepatuhan di Prodi S2 IPKMV 2016-10-19 at 14.47.22 Audit kepatuhan Prodi Sp1 IKGA FKG 2016-10-19 at 17.38.45 Sp Ilmu Penyakit Mulut 2016-10-19 at 15.31.31 S2 Magister Sain Manajemen 2016-10-19 at 15.18.14 Prodi Sp Neurology 2016-10-19 at 15.28.27 Audit Fakultas di FKH 2016-10-20 at 10.02.35 Sp1 orthoprdi 2016-10-19 at 16.17.55 Audit di BPP 2016-10-19 at 18.12.55 audit kepatuhan S1 Akuntansi  2016-10-20 at 13.54.41 Audit kepatuhan S2 magister epidemiologi 2016-10-20 at 14.15.13 Audit di S1 Bidan 2016-10-20 at 16.33.11 audit di Prodi S1 Sosiologi 2016-10-20 at 14.40.30 Prodi S2 Magister Sosiologi 2016-10-20 at 12.42.08 udit di prodi spesialis kulit dan kelamin 2016-10-20 at 16.11.14 Audit di LP4M 2016-10-19 at 18.08.32 Audit sp1 bdh plstk 2016-10-20 at 16.48.17 Audit Kepatuhan AIMS Fakultas di FKH 2016-10-20 at 18.46.28 Audit kepatuhan prodi S1 Fkg 2016-10-21 at 04.54.39 audit prodi S1 kesmas FKM 2016-10-20 at 16.51.13 audit Sp 1 Ilmu Penyakit Mulut 2016-10-21 at 06.12.05 Audit kepatuhan Sp Periodonsia 2016-10-20 at 19.01.08 Audit AIMS di D3 Perhotelan 2016-10-20 at 20.33.13 Audit KesMas PDD Banyuwangi 2016-10-21 at 09.29.33 Audit AIMS Prodi S1 Ilmu Sejarah 2016-10-21 at 10.12.41 Audit kepatuhan Prodi S2 IKR  2016-10-21 at 04.55.40 Kedokteran Hewan PDD BWI 2016-10-21 at 10.17.52 Audit S3 Sains Vet FKH 2016-10-21 at 10.24.58 Magister Biologi 21 Okt 2016-10-21 at 15.44.19 Audit sp2 obgyn 2016-10-21 at 15.39.50 Audit di IKK FK 2016-10-21 at 13.00.59 audit kepatuhan di LP3 2016-10-19 at 12.28.39 rodi S3 Ilmu Farmasi 2016-10-19 at 12.10.59 Audit di Prodi S1 Sastra Indonesia 2016-10-21 at 11.27.05 audit S3  Vet 2016-10-21 at 17.14.29
Audit Sp Bedah Saraf 2016-10-19 at 12.36.46

Audit Internal AIMS (bagian 1)

iklan-finalSiklus penjaminan mutu tahun 2016 telah dimulai dengan Audit Internal AIMS. Sejak 13 September lalu. Auditee mulai mengisi instrumen secara online mulai 13 hingga 25 September (diperpanjang hingga 26 September). Tahapan selanjutnya adalah auditor memeriksa isian tersebut mulai tanggal 27 September  hingga 9 Oktober 2016.

Saat ini sedang berlangsung Audit kepatuhan, yaitu saat auditor melakukan kunjungan ke auditee. Proses ini agak berbeda tahun ini, karena auditor program studi tidak lagi berasal dari fakultas yang sama, melainkan dari luar fakultas (serumpun). sangat menarik, karena mirip dengan audit eksternal oleh pihak ketiga, menjadikan lebih banyak masukan positif yang didapatkan oleh auditee.

Audit kepatuhan akan berlangsung hingga 21 Oktober 2016. (bersambung)

Fakultas Keperawatan 2016-10-11 at 11.44.36 FKM 2016-10-11 at 08.57.57 S2 Teknobiomedik di SPs 2016-10-11 at 15.37.25 Magister Ilmu Hukum 2016-10-10 at 15.14.17 BPM 2016-10-11 at 09.36.41 S1 Ekis FEB 2016-10-11 at 18.32.27 PPKK 2016-10-11 at 18.33.10 Prodi Spesialis Rehab Medik 2016-10-11 at 15.40.43 S2 Teknobiomedik di SPs 2016-10-11 at 15.36.04 Fakultas Psikologi 2016-10-11 at 14.44.18 Pimpinan 2016-10-10 at 17.19.33 FKM 2016-10-11 at 12.54.39 DSIK 2016-10-10 at 10.38.05 D4  Batra 2016-10-11 at 18.08.30 LPPA-HKI 2016-10-11 at 12.05.23 Pendidkan 2016-10-10 at 23.05.17 D4  Batra 2016-10-11 at 18.12.50 Unit Kerja PIH 2016-10-11 at 14.05.24 Kemahasiswaan 2016-10-10 at 14.17.52 LPI 2016-10-11 at 15.41.59 PLP 2016-10-10 at 14.55.59 Satker Sekretariat 2016-10-10 at 16.32.32 Farmasi 2016-10-10 at 15.02.58 LPT 2016-10-10 at 15.01.57 S1 teknobiomedik FST 2016-10-11 at 14.48.23 Pimpinan 2016-10-10 at 17.19.35 DSIK 2016-10-10 at 10.37.58 Audit internal FIB 2016-10-11 at 11.00.45 Fakultas Psikologi 2016-10-11 at 13.33.54 S2 imunologi 2016-10-10 at 11.20.11 S1 teknobiomedik FST 2016-10-11 at 14.48.20 Prodi Ilmu Konservasi Gigi 2016-10-11 at 15.05.59 Sp1 Rehab bersama bu Suryani dari FST 2016-10-10 at 15.03.02 S3 Ekonomi Islam 2016-10-11 at 09.59.00 Fakultas Keperawatan 2016-10-11 at 09.04.46 Unit Kerja PIH 2016-10-11 at 14.05.27 Kemahasiswaan 2016-10-10 at 14.17.55 BPM 2016-10-11 at 09.36.50 Satker Sekretariat 2016-10-10 at 16.32.16 Kemahasiswaan 2016-10-10 at 14.18.01 Prodi Sp.Ilmu Konservasi Gigi 2016-10-11 at 16.28.58
Fakultas Keperawatan 2016-10-11 at 11.44.36

Pelatihan Auditor AIMS

DSC_8435Badan Penjaminan Mutu (BPM) mengadakan Pelatihan Auditor AIMS (9-11/8/16) di Kampus C Mulyorejo. Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Rektor III Moch. Amin Alamsjah (Prof. Ir. M.Si., Ph.D) diikuti oleh 49 peserta yang dikirimkan oleh fakultas se-Unair dan 11 peserta tambahan yang berasal dari 3 perguruan tinggi lain. Tiga perguruan tinggi itu adalah  Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, AKBID Pemkab Bojonegoro, dan Universitas Negeri Malang.

Pelatihan tahun ini lebih banyak berfokus pada pentingnya meningkatkan fokus pada pendekatan berbasis proses, termasuk cara mengaudit komitmen manajemen dan kepemimpinan puncak. Peserta juga mulai dikenalkan dengan cara mengaudit persyaratan baru yang terkait dengan konteks organisasi dan penerapan pendekatan berbasis risiko. Calon auditor juga diharapkan bersiap menjadi  auditor internal yang bekerja di organisasi yang sedang bertransisi dari ISO 9001:2008 ke ISO 9001:2015.

DSC 8206 (Small) DSC 8177 (Small) DSC 8209 (Small) DSC 8236 (Small) DSC 8241 (Small) DSC 8251 (Small) DSC 8222 (Small) DSC 8255 (Small) DSC 8269 (Small) DSC 8207 (Small) DSC 8274 (Small) DSC 8270 (Small) DSC 8284 (Small) DSC 8281 (Small) DSC 8288 (Small) DSC 8279 (Small) DSC 8293 (Small) DSC 8285 (Small) DSC 8292 (Small) DSC 8308 (Small) DSC 8325 (Small) DSC 8327 (Small) DSC 8364 (Small) DSC 8355 (Small) DSC 8339 (Small) DSC 8343 (Small) DSC 8368 (Small) DSC 8365 (Small) DSC 8378 (Small) DSC 8389 (Small) DSC 8387 (Small) DSC 8383 (Small) DSC 8385 (Small) DSC 8394 (Small) DSC 8404 (Small) DSC 8401 (Small) DSC 8420 (Small) DSC 8408 (Small) DSC 8422 (Small) DSC 8413 (Small) DSC 8424 (Small) DSC 8434 (Small) DSC 8444 (Small) DSC 8439 (Small) DSC 8426 (Small) DSC 8445 (Small) DSC 8429 (Small)

Sosialisasi Risk Management

DSC_7593Untuk menjamin keberlangsungan organisasi di masa depan, orientasi penjaminan mutu berubah seiring dengan berkembangnya zaman. Begitu pula dengan penjaminan mutu di Universitas Airlangga. Untuk mensosialisasikan tentang penjaminan mutu terbaru, Badan Penjaminan Mutu (BPM) UNAIR mengadakan sosialisasi tentang manajemen risiko dalam ISO 9001:2015 di Aula Kahuripan 301 pada Kamis (12/5).

Acara sosialisasi dihadiri oleh Wakil Rektor III UNAIR Prof. Ir. M. Amin Alamsjah, Ph.D, Ketua BPM UNAIR Prof. drh. Bambang Sektiari, Ph.D, pimpinan fakultas, dan unit kerja di lingkungan UNAIR. Acara ini juga dihadiri oleh Sholichin A. Darmawan sebagai pembicara.

Dalam pemaparan materi, Sholichin mengatakan bahwa ISO 9001:2015 berorientasi pada keberlanjutan. Hal ini berbeda dengan ISO 9001:2008 yang hanya menjamin performa. Untuk menjamin keberlangsungan organisasi pada masa depan, maka risiko harus dikendalikan.

“Apa yang menjamin organisasi terus berlangsung? Kalau kita menjawab yakin, maka keyakinan itu harus berdasarkan analisis risiko. Ketika auditor datang, maka yang ditanya adalah ‘mana analisis risikonya?’,” tutur Sholichin yang juga konsultan asal PT. Decra Group Indonesia.

Ketika diwawancarai, Ketua BPM UNAIR mengatakan bahwa saat ini manajemen kendali mutu UNAIR akan bertransisi dari ISO 9001:2008 ke ISO 9001:2015 pada tahun ini. Proses transisi diberi tenggat waktu sampai pada tahun 2017, sehingga proses audit pada tahun 2018 nanti UNAIR sudah bisa mengadopsi standar terbaru.

Rencananya, BPM akan melaksanakan sosialisasi ke fakultas dan unit kerja dalam waktu dekat. Namun menurut Prof. Bambang, yang terpenting adalah pola pikir seluruh pegawai dan pimpinan di lingkungan UNAIR harus mendasarkan pada risk based thinking.

“Bagaimana agar risiko itu dihilangkan, dan bagaimana manajemen risiko itu diterapkan pada semua aspek,” imbuhnya. (*)

Penulis: Defrina Sukma S.
Editor    : Binti Q. Masruroh

MM FEB UNAIR Raih Akreditasi Internasional ABEST21

(Kiri ke Kanan) Nuri Herachwati, Yusron Ihza Mahendra, Prof. Fumio Itoh, Sri Gunawan, DBA dan Prof. Dian Agustia setelah penyerahan akreditasi ABEST21 kepada FEB UNAIR di Tokyo, Jepang (2/3) (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Dalam mendukung UNAIR sebagai world class university, peningkatan kualitas fakultas menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR menyadari hal itu dengan terus berupaya meningkatkan kualitasnya sehingga semakin diakui di dunia internasional.

Rabu (2/3), program Magister Manajemen (MM) FEB UNAIR berhasil meraih akreditasi dari ABEST21 (The Alliance on Business Education and Scholarship for Tomorrow, a 21st century organization). Pengakuan dari lembaga akreditasi sekolah bisnis tersebut diserahkan langsung oleh Presiden ABEST21 Prof. Fumio Itoh kepada Dekan FEB UNAIR, Prof. Dian Agustia yang didampingi Ketua Task Force dan Anggota tim akreditasi ABEST21 Departemen Manajemen Dr. Sri Gunawan dan Nuri Herachwati MSi. di Tokyo, Jepang.
Hadir dalam kesempatan tersebut Duta Besar RI untuk Jepang Yusron Ihza Mahendra.

Proses pengajuan akreditasi oleh FEB UNAIR sudah dilakukan sejak tahun 2014, setelah sebelumnya FEB UNAIR sudah menjadi anggota ABEST21 sejak tahun 2013. Akreditasi ini akan berlaku selama lima tahun, terhitung sejak 1 April 2016 nanti.

 

Wakil Dekan I FEB UNAIR, Dr. Rudi Purwono mengaku senang dengan adanya penghargaan tersebut.

“Dengan diperolehnya akreditasi tersebut, tentu saja kami berharap lulusan FEB UNAIR akan semakin diakui di dunia internasional,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dalam waktu dekat FEB UNAIR juga akan mengajukan akreditasi AUN-QA untuk program studi sarjananya.

Selain mendapat pengakuan internasional berupa akreditasi dari ABEST21, FEB UNAIR sebelumnya juga telah dinobatkan sebagai lima besar fakultas ekonomi dan bisnis terbaik di Indonesia oleh Eduniversal Business School Ranking. Lembaga pemeringkat perguruan tinggi yang berpusat di Paris, Perancis tersebut menempatkan FEB UNAIR di posisi kelima setelah FEB UI, IPMI International Business School, SBM ITB, dan FEB UGM. FEB UNAIR dinyatakan sebagai sekolah bisnis dengan predikat local reference with strong global influence. (*)

Penulis: Yeano Andhika

TOT Asesor Internal Akreditasi

TOT AsesorSenin (14/3) Wakil rektor I Djoko Santoso (Prof. dr., Ph.D., K-GH., FINASIM) membuka kegiatan TOT Asesor Internal Akreditasi di ruang Grand Kahuripan Universitas Airlangga. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Badan Penjaminan Mutu (BPM) selama dua hari hingga 15 Maret 2016. Dalam kegiatan yang diikuti oleh 123 peserta itu,  BPM menghadirkan Tim Asesor BAN-PT dari Unair sebagai narasumber dan fasilitator, diantaranya adalah Prof. Dr. Bambang Sektiari Lukiswanto, DEA.,drh. yang juga adalah ketua BPM, Y. Sri Wulan Manuhara, M.Si, Ririh Yudhastuti, (Dr. drh., M.Sc) , Prof Imam Mustofa, serta Hery Purnobasuki (Prof. Dr. Drs., M.Si., Ph.D)

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan dari seluruh fakultas dan sekolah pascasarjana tersebut, narasumber berbagi pengetahuan tentang akreditasi program studi, mulai dari persiapan borang hingga tata cara penilaian, diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini, peserta menjadi lebih paham dalam mempersiapkan akreditasi program studi.

UMI Makassar Belajar Penjaminan Mutu ke UNAIR

DSC_6705UNAIR NEWS – Jajaran pimpinan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar yang diwakili Wakil Rektor I UMI Prof. Dr. Syahnur Said dan Wakil Rektor V UMI Prof. Dr. Ma’ruf Hafidz beserta jajaran staf Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UMI bertandang ke UNAIR, Kamis (4/2), dalam rangka studi banding penjaminan mutu.

“Kami sedang berupaya meningkatkan akreditasi baik program studi maupun institusi. Berkaitan dengan UNAIR yang sudah terakreditasi A, oleh sebab itu kami datang ke sini,” ujar pria yang juga alumni UNAIR ini.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I UNAIR Prof. Djoko Santoso, dr., Sp.PD-KGH., Ph.D., FINASIM mengatakan bahwa UNAIR dengan senang hati menerima kunjungan UMI. Ia menyebutkan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari peran UNAIR dalam rangka ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Saat ini UNAIR sudah diaudit oleh British Standard Institution (BSI) dengan skor Malcolm Baldridge 703 atau sudah masuk kategori excellent level. Naik dari kategori sebelumnya yaitu industry leader. Kami terus berbenah sehingga dalam lima tahun ke depan bisa masuk jajaran 500 besar dunia,” ujar mantan Wakil Dekan II FK UNAIR ini mengenai sistem penjaminan mutu UNAIR. Prof. Djoko kemudian juga mengingatkan bahwa bagaimanapun UNAIR juga memiliki keterbatasan, namun demikian melalui studi banding ini ia berharap UMI dapat mengambil pelajaran demi kemajuan UMI ke depan.

Ketua Badan Penjaminan Mutu (BPM) UNAIR, Prof. Dr. Bambang Sektyari., drh., DEA kemudian menjelaskan bahwa UNAIR saat ini memiliki AIMS (Airlangga Integrated Management System) sebagai sistem penjaminan mutu terintegrasi.

“AIMS mengakselerasi pencapaian target-target mutu dari waktu ke waktu. Kita tetap mengacu pada standar-standar Dikti, namun demikian lebih penting lagi kita harus menetapkan sendiri target mutu yang ingin dicapai. AIMS ini tentu lebih tinggi dari standar Dikti,” ujar mantan Ketua PPMB UNAIR ini.

Prof. Bambang lebih lanjut mengatakan bahwa upaya peningkatan mutu perguruan tinggi harus mendapat dukungan penuh dari pimpinan perguruan tinggi yang bersangkutan.

Leadership adalah aspek penting dalam upaya peningkatan mutu universitas. UNAIR memiliki pimpinan yang peduli dengan ini. Kunjungan UMI ini juga membuktikan bahwa UMI juga memiliki pimpinan yang serupa,”

Guru Besar FKH UNAIR ini kemudian mengingatkan bahwa penjaminan mutu harus diupayakan oleh setiap universitas karena penjaminan mutu merupakan bagian dari upaya memperoleh kepercayaan dari masyarakat.(*)

Penulis : Yeano Andhika