Audit Internal AIMS

A.1. Lingkup Audit :

  1. Unit Kerja, dikoordinasikan langsung oleh BPM
  2. Fakultas, dikoordinasikan langsung oleh BPM
  3. Program Studi, dikoordinasikan oleh masing-masing Fakultas (dg SPM)
  • Jadwal dan instrumen seluruh proses audit dikoordinir oleh BPM

A.2. Tahapan Audit :

a.Persiapan

  • Sosialisasi kepada Auditee (BPM untuk Unit Kerja dan Fakultas, Fakultas/SPM untuk Program Studi)
  • Refreshing Auditor (BPM untuk Auditor Unit Kerja dan Fakultas, Fakultas/SPM untuk Auditor Program Studi)

b. Pelaksanaan

  • Pengisian instrumen audit online
  • Audit Sistem
  • Audit Kepatuhan (visitasi)

c. Hasil audit

berupa persentase skor, temuan, saran perbaikan, dan praktik baik (jika ada).

d. Pelaporan

  • Audit Unit Kerja dan F.akultas disampaikan kepada Rektor oleh BPM
  • Audit Program Studi disampaikan kepada Dekan oleh SPM

e. Tindak Lanjut

  • Rapat Tinjauan Manajemen, dilaksanakan segera setelah audit selesai dilaksanakan untuk menindaklanjuti hasil audit (Tingkat Universitas dan Fakultas)
  • Verifikasi tindak lanjut hasil audit, pemeriksaan perbaikan yang dilakukan auditee sesuai waktu yang dijanjikan. (BPM dan SPM mengingatkan auditor untuk melakukan verifikasi)

24 s.d 30 September | PENGISIAN INSTRUMEN AUDIT SECARA ONLINE

1  s.d  10 Oktober | AUDIT SISTEM SECARA ONLINE

3 s.d 19 Oktober | AUDIT KEPATUHAN

30 Oktober (tentatif) | RAPAT TINJAUAN MANAJEMEN UNIVERSITAS

Audit internal AIMS (Airlangga Integrated Management System) merupakan bagian dari siklus penjaminan mutu Universitas Airlangga yang berjalan secara berkesinambungan. Audit internal AIMS bertujuan untuk peningkatan mutu secara internal khususnya manajemen pendidikan, yang diarahkan pada pencapaian kualitas pendidikan tinggi secara berkelanjutan (continuous quality improvement). Audit yang dilaksanakan setiap tahun ini terbagi dalam tiga kelompok yaitu audit unit kerja, audit fakultas (termasuk Sekolah Pascasarjana) yang keduanya dilaksanakan oleh Badan Penjaminan Mutu, serta audit program studi yang dilaksanakan oleh masing-masing fakultas.

Audit internal AIMS unit kerja mencakup empat area standar yaitu: (1) perencanaan; (2)implementasi; (3) evaluasi; (4) tindak lanjut dan (5) manajemen risiko sedangkan audit fakultas dan program studi mencakup sepuluh kriteria yaitu :

Kriteria I VISI DAN MISI

Kriteria II TATA KELOLA

Kriteria III PESERTA DIDIK DAN LULUSAN

Kriteria IV SUMBER DAYA MANUSIA

Kriteria V PEMBELAJARAN DAN SUASANA AKADEMIK

Kriteria VI PENELITIAN

Kriteria VII PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

Kriteria VIII PRASARANA DAN SARANA

Kriteria IX KEUANGAN

Kriteria X MANAJEMEN RISIKO

Masing-masing kriteria terdiri atas beberapa pertanyaan, yang harus diisi oleh auditee (unit kerja, fakultas, dan program studi). Hasil pengisian dapat menunjukkan kinerja auditee yang dinyatakan dalam 6 kategori predikat, yaitu:

1. Excellent Leader, yang bermakna bahwa auditee sudah memiliki peta proses, melaksanakan mekanisme kerja (prosedur), menetapkan sasaran mutu dan rencana mutu serta sudah menunjukkan LEVEL dan TREND peningkatan kinerja untuk semua parameter yang ada dalam sasaran mutu. Akselerasi trendnya lebih tinggi dibandingkan dengan unit pembanding (ditentukan sendiri oleh auditee),
2. Emerging Leader, mempunyai makna bahwa auditee sudah memiliki peta proses, melaksanakan mekanisme kerja, menetapkan sasaran mutu dan rencana mutu serta sudah menunjukkan LEVEL dan TREND peningkatan kinerja untuk semua parameter yang ada dalam sasaran mutu,
3. Good Performance, yang bermakna bahwa auditee sudah memiliki peta proses, melaksanakan mekanisme kerja, menetapkan sasaran mutu dan rencana mutu serta sudah menunjukkan LEVEL dan TREND peningkatan kinerja untuk parameter yang menjadi prioritas dalam sasaran mutu auditee,
4. Early Improvement, dapat diartikan bahwa auditee sudah memiliki peta proses, melaksanakan mekanisme kerja, menetapkan sasaran mutu dan rencana mutu serta sudah menunjukkan LEVEL dan TREND capaian kinerja meskipun baru untuk sebagian parameter yang ditentukan auditee
5. Early Results, yang dapat diartikan bahwa auditee sudah memiliki peta proses, melaksanakan mekanisme kerja, menetapkan sasaran mutu dan rencana mutu serta sudah menunjukkan LEVEL capaian kinerja untuk parameter dalam sasaran mutu
6. Early Development, yang menunjukkan bahwa auditee sedang mengembangkan peta proses dan mekanisme kerja (prosedur) serta perangkat kerja lainnya.

Excellence Leader
100
Emerging Leader
95
Good Performance
90
Early Improvement
80
Early Results
70
Early Development
60

Mulai Periode 2018:

  • Honorarium auditor (semua level) terpusat di BPM
  • Perintah audit dari Rektor untuk semua level
  • SK Auditor (semua level) langsung dari Rektor
  • SPM menyerahkan daftar penugasan auditor program studi (nama dan jadwal) ke BPM
  • Program studi PSDKU diaudit oleh Fakultas terkait (biaya transportasi dan akomodasi dari fakultas )

 

Ada yang dapat kami bantu?

Terimakasih, pertanyaan anda akan kami balas memalui email

Enter a Name

Enter a valid Email

Message cannot be empty